Sahabat Umar Bin
khattab RA.
Ditakuti
Syaitan
Dalam kitab
bukhari muslim beliau berdua meriwayatkan suatu hadis yang berpangkal pada saad
bin Abi Waqas ia berkata;
Pada suatu hari
sahabat umar minta izin kepada rasulullah saw. Yang saat itu disekitar beliau
banyak wanita wanita Quraisy yang sedang menanyakan beberapa masalah yang
mereka alami. Wanita wanita itu tampak berani dan kurang sopan terbukti cara mereka
terlalu keras.
Setelah rasulullah
memberi izin kepada sahabat Umar, maka sahabat Umarpun segera masuk yang
disambut oleh senyuman rasulullah tapi senyuman itu justru membuat pertanyaan
sahabat Umar, apa sesungguhnya arti senyuman bagi beliau itu. Rasulullah saw. Menjawab
saya heran dari wanita wanita yang ada disampingku ini, setelah mendengar suara
mu mereka cepat cepat lari mencari tabir.
Sahabat Umar
menyangkal hal itu seraya berkata;
Hai rasulullah
saw. Mestinya engkaulah yang lebih
ditakuti dari pada aku. Kemudian sahabat Umar menoleh pada wanita wanita yang telah bertabir tadi dan bertanya pada mereka.
Hay wanita
wanita yang menjadi musuhnya dirinya sendiri. Mengapa kalian takut padaku
tetapi tidak takuk kepada rasulullah
saw?
Wanita wanita
itu menjawab; karena engkau lebih keras dan lebih kasar dari pada rasulullah
saw.
Untuk memisah
percakapan meraka itu Rasulullah saw, bersabda;
Artinya; hay anak khatab demi
zat yang diri ku berada dikekuasaannya tidak ada syaitan yang berjumpa dengan
mu yang sedang melewati jalan, kecuali ia pasti akan mencari jalan lain yang
tidak engkau lalui.
Ada hadis lain
yang ditulis oleh imam At-Turmudzi dan imam An-Nasa’i dalam kitab hadisnya
masing masing . hadis tersebut adalah dari Buraidah , ia berkata;
Pada suatu hari
rasulullah saw. Pulang dari suatu pertumpuran yang beliau lakukan, datanglah
seorang wanita muda bernama Juwairiah seraya berkata;
Hay rasulullah
saw.., aku bernazar akan menyanyi dengan
diiringi musik terbang bila engkau kembali dengan selamat.
Rasulullah saw. Bersabda
; kalau engkau bernazar maka lakukanlah nazar itu, tapi kalau tidak jangan
lakukan , Juwairiah berkata ; aku bernazar wahay rasulullah saw.
Kemudia wanita
itu mulai bernyanyi dan memukul terbangnya.
Sebentar kemudian
sahabat Abu Bakar ra. Masuk dan wanita itu masih bernyanyi dan memukul
terbangnya. Tak lama kemudian sahabat Ali datang dan di susul oleh sahabat
Usman ra. Wanita itu masih tetep menyanyi dan memukul terbangnya dengan tenang
tetapi setelah sahabat Umar bin Khatab datang. Maka panyanyi muda itu langsung
diam dan membuang terbangnya, sehingga Rasulullahsaw. Bersabda; Sesungguhnya syaitan itu takut pada Umar.
Hadis yang lain
menjelaskan bahwa wanita yang bernyanyi dan memukul kendang atau terbang itu
berasal dari Hadsi.